Sunday, September 29, 2013

ORGANISASI DAN ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER

Materi organisasi dan arsitektur sistem komputer

Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Daftar perintah tersebut dinamakan program komputer dan unit penyimpanannya adalah memori komputer. 

Organisasi dan Arsitektur Komputer merupakan esensi penting untuk jurusan Ilmu Komputer , terutama yang berkaitan dengan Hardware dan Software . Dalam Arsitektur dan Organisasi Komputer dibahas bermacam - macam mengenai perangkat- perangkat pada komputer.
Dapat kita tinjau pengertian Organisasi Komputer dan Arsitektur Komputer :
Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit–unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal kontrol. 

Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. 

PENGERTIAN
Arsitektur Komputer mempelajari atribut ‑ atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. contoh: set instruksi, aritmetilka yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0.

Organisasi Komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit‑unit operasional computer dan hubungan antara komponen sistem komputer. contoh: sinyal kontrol, interface, teknologi memori. 

PERBEDAAN
Arsitektur Komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah Arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue gene, dll. 

Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol. 

Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. 

Dan juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. 

STRUKTUR & FUNGSI 

Struktur & Fungsi :

· Struktur adalah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar.
· Fungsi adalah operasi dari masing-masing komponen yang merupakan bagian dari struktur.

Fungsi dari komputer adalah :

· Fungsi Operasi Pengolahan Data
· Fungsi Operasi Penyimpanan Data
· Fungsi Operasi Pemindahan Data
· Fungsi Operasi Kontrol

Unit Fungsional Dasar Komputer

Ada 5 unit fungsional dasar dari komputer :

· Input
· Memori
· Arithmetic dan logic
· Control
· Output

Input diterima dari informasi yang diberikan pengguna melalui alat-alat input, misalnya keyboard dan mouse. Informasi ini lalu disimpan dalam memori komputer untuk penggunaan berikutnya atau proses selanjutnya yang dilakukan oleh arithmetic dan logic (ALU) atau bagian dari prosesor, untuk mendapatkan pengolahan yang diinginkan. Lalu, hasil pengolahan ini dikirim balik ke pengguna dengan alat output, seperti monitor dan speaker. Semua proses di atas dikoordinasi oleh unit kontrol.

Referensi :

http://rezhaandhika.files.wordpress.com/2012/10/tugas-organisasi-dan-arsitektur-sistem-komputer-rezha-a.docx&ei=TAFIUpDiL8j_rQeX2oHQAg&usg=AFQjCNF8KAAYJ-Hq8FLV1eDb88X-3XOjZQ&sig2=FHOwDU4MLJoy3s83HweL4w&bvm=bv.53217764,d.bmk

Etika Menulis di Internet


Etika Menulis di Internet

Di era Globalisasi ini perkembangan teknologi telah banyak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hampir setiap kegiatan dapat kita lakukan dengan teknologi. Salah satu contohnya adalah menulis. Bagi orang-orang yang memiliki hobi menulis, kini mereka tidak perlu bersusah payah untuk menerbitkan buku agar tulisan mereka dapat diketahui banyak orang. Kini mereka dapat mempublikasikan tulisan mereka melalui internet atau biasa yang dikenal website. Fasilitas blog pun menjadi media untuk mempublikasikan tulisan mereka di internet dan mempublikasikan tulisan melalui internet membutuhkan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan jika kita menerbitkan buku.

Dalam hal ini etika menulis di internet tidak begitu saja di lakukan dengan sesuka hati anda dalam menulis. karena apapun yang kita lakukan jika tidak melakukannya dengan etika maka tidak akan baik hasilnya malah itu bisa menjadi malapetaka untuk kita.

Persoalannya adalah, apa saja yang perlu diperhatikan agar tulisan kita dapat diterima dan dinikmati oleh para pembaca di internet? Jawabannya adalah kita harus mengetahui etika-etika menulis di internet. Etika ini diperlukan agar kita tahu bagaimana batasan-batasan tentang apa yang harus kita katakan dalam tulisan kita, sehingga tidak timbul kesalahpahaman antara penulis dan pembaca. Berikut ini adalah etika-etika menulis di internet:

1.Sangat dianjurkan untuk menghindari unsur SARA.

2.Hindari menulis dengan menggunakan capslock, karena sama saja seperti memaki.

3.Gunakan kosakata yang sesuai EYD.

4.Hindarilah faktor kebohongan dan tulis sesuai fakta yang ada.

5.Jika mengambil referensi dari buku atau situs lain di internet, jangan lupa untuk mencantumkannya, sehingga apa yang kita tulis tidak dianggap sebagai sebuah plagiarisme.

Sedikit dari pembahasan tentang persoalan Etika Menulis di Internet, semoga dapat bermanfaat bagi yang ingin menulis di internet dengan etika-etika yang dapat dipelajari dari pembahasan yang tertera diatas, sekian dan terima kasih.

Referensi :
aditiodoank.wordpress.com/2011/02/22/etika-menulis-diinternet/

fadlibassist.blogspot.com/2012/10/etika-menulis-di-internet.html?m=1

Monday, May 27, 2013

Penggunaan Function Pada Bahasa Pemprograman Pascal Untuk Pencatatan Daya Listrik ( KWH dengan Komputer )



Function adalah suatu bagian program yang mengerjakan satu tugas dan hasilnya biasanya hanya satu, dapat di aplikasikan dalam pemrograman bahasa pascal. Pada pemrograman bahasa pascal yang bertujuan untuk Pencatatan Daya Listrik ( KWH dengan Komputer ). Berikut ini adalah listing yang digunakan Pencatatan Daya Listrik ( KWH dengan Komputer ) :


Keterangan :
1. Setelah memasukan kode, kita bisa melakukan pengecekan apakah program yang kita buat     jalan atau tidak dengan menekan tombol F9 pada keyboard. Jika tidak terdapat kesalahan, maka langkah selanjutnya adalah menjalankan program dengan menekan tombol CTRL+F9 pada keyboard. 
 
2. Tampilan program yang sudah berjalan.

3. Uses Crt;
Type
ST100 = String [100] ; ( masuk start lalu masukkan nilai 100 untuk strating pada program tersebut ).

4. Var
Baris,Colom : Byte ; ( pada listing ini masukkan yg tadi akan muncul pada baris atau kolom yang akan ditentukan pada program tersebut ).

5. Tekan : Char; ( pada tahap listing ini proses penekanan untuk menjalannkan program ).

6. Procedur setColor (A,B : Word);
Function Posisi (X,Y : byte) : integer ;
Procedure TUL (X,Y,WAR : byte ; kar : Char);
Procedure TULIS ( X,Y : byte ;KALIMAT : ST100)
( pada listing program diatas susunan prosedur pada posisi dimana tulisan atau karakter pada kalimat yang akan ditampilkan dalam LCD dengan masukkan 100 yang akan muncul kalimat sesuai dengan masukkan tersebut )

7. Function JendelaBingkai (X1, Y1, X2, Y2 : byte;)
Warna : string) : byte;
Implementation
Procedure SetColor (A<B : Word);
Begin
TextBackGround (B) ;
( Untuk listing diatas ini yaitu bertujuan untuk memberikan warna atau macam-macam warna pada tulisan yang ditampilkan pada layar LCD dan juga memberikan background pada tampilan tersebut )

8. End ( akhir program )



Referensi :




Friday, April 19, 2013

PLTA Dalam Kaskade



PLTA-PLTA yang secara hidrolis terhubung secara kaskade menggunakan sebagian besar air yang sama mulai dari hulu sampai ke hilir sebagai yang digambarkan secara skematis.  PLTA dalam kaskade banyak terdapat dalam praktek karena banyak sungai yang umumnya mulai pada pegunungan yang tinggi, sehingga dapat diambil potensinya melalui dari beberapa PLTA.
Karena PLTA Kaskade merupakan sebagian dari subsistem Hidro, PLTA Kaskade harusah mengikuti beban subsistem hidro yang telah dicari melalui proses optimasi hidro-termis. Untuk merencanakan operasi yang optimum dari PLTA Kaskade terlebih dahulu perlu ditentukan :
a. Besarnya beban selama periode optimasi. Penentuan besarnya beban ini haruslah mengikuti naik turunnya beban subsistem hidro sebagaimana telah diuraikan diatas.
b. Banyaknya air yang akan dipakai selama periode optimasi. Penentuan banyaknya air yang akan dipakai ini harus memperkirakan curah hujan dan debit air sungai yang bersangkutan, serta memperhatikan perencanaan penggunaan air untuk jangka yang lebih panjang. Misalnya untuk optimasi mingguan harus diperhatikan pula rencana atau pola pemakaian air tahunan terutama jika PLTA Kaskade yang dioperasikan mempunyai kolam tando tahunan.

Yang dibahas disini merupakan lanjutan dari pembahasan optimasi Hidro-Termis jangka pendek, dalam jangka pendek ini penambahan tinggi air dalamkolam tando terhadap tinggi air terjun dapat diabaikan, sehingga daya unit pembangkit Hidro selama periode optimasi dapat dianggap sebanding dengan debit air yang mengalir melalui turbin. Banyaknya air yng dipakai selama periode optimasi tersebut dalam butir b diatas mempengaruhi volume air dalam kolam tando pada permulaan dan pada akhir periode optimasi . Volume air dalam kolam tando ini harus mengikuti rencan (pola) operasi jangka yang lebih panjang misalnya jangka satu tahun. Dalam perhitungan optimasi PLTA Kaskade, yang diinginkan adalah agar volume permulaan dan volume akhir dari air dalam kolam tando pada periode optimasi mengikuti rencana volume jangka menengah (satu tahun), dengan memperhitungkan air yang masuk ke kolam serta menjaga jangan sampai ada air yang melimpas (spill water) dikolam tando.


Hal ini dapat di atasi dengan metode Recursive Dynamic Programming dengan menggunakan kurva input-output setiap unit pembangkit, yang menggambarkan hubungan antara banyaknya air yang diperlukan untuk membangkitkan daya tertentu. Untuk mengetahui lebih dalam bagaimana penyelesaian dengan teknik Recursive Dynamic Programming dilakukan. Persoalannya adalah analog untuk pemilihan unit pembangkit Hidro yang ada dalam kaskade. Formulasi dari metode Recursive Dynamic Programming adalah sebagai berikut :

Setelah didapatkan kombinasi unit pembangkit Hidro dalam kaskade yang paling sedikit memakai air untuk melayani beban yang ditentukan, kemudian perlu diperiksa apakah kendala-kendala tersebut dipenuhi. Gambar 4.3 menggambarkan secara matematis PLTA Kaskade beserta unit-unit pembangkitnya dan aliran air yang melalui setiap unit pembangkit. Dengan gambaran yang didapat dari gambar 4.2 dan hasil yang didapat dari Recursive Dynamic Programming, kemudian diadakan pemeriksaan apakah kendla-kendala terpenuhi seperti telah diuraikan diatas. Dalam menggunakan Layered Network perlu diingat bahwa apabila terjadi perubahan besrnya pemakaian air q pada salah satu PLTA, hal ini baru akan mempengaruhi inflow (air masuk) ke PLTA yang ada di bawahnya, setelah waktu tertentu yang tergantung kepada jarak hidrolis antara PLTA-PLTA yang bersangkutan. Apabila tinggi air terjun antara PLTA-PLTA Kaskade ini jauh berbeda, maka pemilihan unit pembangkit dengan pemakaian air yang minimal selalu jatuh pada unit-unit PLTA yang mempunya air terjun tinggi, sehingga perhitungan optimasi PLTA Kaskade akan lebih banyak merupakan pengontrolan kendala melalui Layered Network.







Sunday, March 24, 2013

Flowchart Desain dan Simulasi Sistem dengan Dynamic Voltage Restorer (DVR) dan Distribuion Static Compensator (D-STATCOM)

Kebutuhan jaringan distribusi, beban industri sensitif dan operasi komersil kritis semua mengalami gangguan dan mengatasi gangguan yang diklasifikasikan dalam masalah yang berkaitan dengan kualitas tegangan. Instalasi Dynamic Voltage Restore (DVR) dan Distribution Static Compensator (D-STATCOM) adalah salah satu dari solusi penghematan biaya untuk permasalahan kualitas tegangan sejenisnya. Sasaran yang utama dari penelitian ini adalah penerapan DVR dan D-STATCOM untuk peningkatan kualitas tegangan. Dari hasil simulasi pada Penyulang Tingkat 1 PT. PLN (PERSERO) Kupang dengan kompensasi DVR dan D-STATCOM, diambil nilai referensi dari node 40 yang terjauh dari sumber. Perbandinan nilai tegangan sebelum dan setelah kompensasi saat gangguan voltage sag adalah 0.9027 pu atau 343,02 volt menjadi 0,9859 pu atau 374,64 volt. Saat voltage swell nilainya dari 1.0616 pu atau 403,4 volt menjadi 1.0002 pu atau 380.07 volt. Saat gangguan tiga fasa simetris nilainya dari 0.8798 pu atau 334.32 volt menjadi 1.0288 pu atau 390,94 volt. PSCAD/EMTDC adalah perangkat lunak yang digunakan untuk pemodelan dan simulasi.

PWM Sinusoida
 Tujuan rencana kendali adalah untuk memelihara magnitude tegangan konstan suatu beban sensitif. Sistem kendali mengukur tegangan rms di titik beban. strategi penyakelaran VSC adalah didasarkan pada suatu teknik PWM sinusoidal. Suatu sinyal error diperoleh dengan membandingkan tegangan acuan dengan tegangan rms pengukuran di titik beban. pengontrol PI memproses sinyal error dan menghasilkan sudut penundaan yang diperlukan (δ) untuk membawa kesalahan itu menjadi nol. Sinyal yang diatur dibandingkan dengan suatu sinyal bersegi tiga (carrier) dalam rangka menghasilkan sinyal penyakelaran untuk VSC. parameter utama dalam rencana sinusoidal PWM adalah index sinyal amplitudo modulasi (ma) pada sinyal Vcontrol, dan sinyal segi tiga pada index modulasi frekuensi (mf). Index Amplitudo Ma dipertahankan tetap pada 1 pu, dalam hal memperoleh komponen dasar tagangan tinggi pada pengontrol keluaran. frekwensi Switching ditetapkan pada 450 Hz, Mf= 9, dan kasus pengujian dilakukan pada jaringan yang stabil.

Aksi Kontrol PWM Sinusoida Terhadap DVR Dan D-STATCOM
Prinsip dari DVR dan D-STATCOM adalah menerima dan memproses sinyal error dari sumber. Hasilnya kemudian dimasukan ke PWM Voltage Source Converter tiga fasa pada rangkaian utama. Dari hasil perhitungan arus referensi yang dihasilkan oleh sinyal error antara tegangan beban dengan tegangan referensi. Jadi sinyal yang diolah oleh PWM merupakan sinyal referensi yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut. Sinyal referensi ini kemudian dimodulasikan dengan sinyal carrier (triangular wave) yang berupa sinyal gigi gergaji (saw tooth). Sinyal error ini berbentuk sinusoidal yang dimodulasikan dengan sinyal gigi gergaji sebagai sinyal carrier. Output dari PWM di atas digunakan untuk mentrigger rangkaian switching yang terdiri atas 6 IGBT tiap fasa terdiri dari 2 IGBT.
Flowchart 


Sumber : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang
http://journal.uii.ac.id/index.php/Teknoin/article/view/2163/1972

Friday, December 28, 2012


LAMPU TL (TUBULAR LAMP)

Definisi lampu tabung. Lampu tabung atau lampu TL (Tubular lamp) yaitu jenis lampu pelepasan gas berbentuk tabung, berisi uap raksa bertekanan rendah. Radiasi ultraviolet yang ditimbulkan oleh ion gas raksa oleh lapisan fosfor dalam tabung akan dipancarkan berupa cahaya tampak (gejala fluorensensi). Elektroda yang dipasang pada ujung-ujung tabung berupa kawat lilitan pijar dan akan menyala bila dialiri listrik. 

Lampu TL juga disebut dengan lampu pendar. Lampu pendar adalah salah satu jenis lampu lucutan gas yang menggunakan daya listrikuntuk mengeksitasi uap raksa Uap raksa yang tereksitasi itu menghasilkan gelombangcahaya ultraungu yang pada gilirannya menyebabkan lapisan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya kasatmata. Lampu pendar mampu menghasilkan cahaya secara lebih efisien daripada lampu pijar

Penjelasan Rangkaian Lampu TL Dengan Trafo Ballast.

Rangakaian lampu TL dengan trafo ballast seperti pada gambar rangkaian elektronika dibawah dapat digunakan untuk pemasangan lampu TL. Rangkaian lampu TL dengan trafo ballast seperti ini dapat digunakan untuk berbagai ukuran daya lampu TL yang digunakan sesuai dengan trafo ballas yang digunakan. Rangkaian lampu TL dengan trafo ballas membutuhkan starter untuk proses menyalakan lampu TL pada setiap kali menghidupkan lampu TL. Starter pada lampu TL pada umumnya selalu terpasang pada rangkaian lampu TL tersebut, akan tetapi pada saat lampu telah menyala komponen starter lampu TL ini dapat dilepas. Rangkaian lampu TL secara lengkapa dapat dilihat pada gambar berikut :

Rangkaian Lampu TL Dengan Trafo Ballast :









Rangkaian lampu TL menggunakan ballast transformer sangat sederhana seperti terlihat pada gambar skema lampu TL diatas diatas. Rangkaian lampu TL diatas terdiri dari ballast traformer, lampu TL dan starter lampu TL. Skema lampu TL diatas dapat digunakan untuk lampu TL dengan daya sesuai transformer ballast yang digunakan. Sebagai contoh apabila mengunakan transformer ballast 40 watt makadapat menggunakan lampu TL 40 watt atau bila menggunakan transformer ballast 10 watt maka dapat menggunakan lampu TL dengan daya 10 watt. Rangkaian lampu TL dengan transformer ballast diatas bersifat universal dalam perakitan-nya, bentuk rangkaian lampu TL tidak berubah untuk daya lampu TL yang diguanakan, hanya trafo ballast yang harus disesuaikan dengan beban lampu TL yang akan dipasang.

Jenis - Jenis Lampu TL



Jenis lampu ini juga dikenal dengan lampu neon. Dewasa ini lampu neon bentuknya macam-macam, ada yang bentuknya memanjang biasa, bentuk spiral atau tornado, dan ada juga yang bentuk memanjang vertikal dengan fitting (bentuk pemasangan ke kap lampu) yang mirip seperti lampu pijar biasa. Lampu TL lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar, karena lebih terang. Untuk lampu TL yang baik (merk bagus), bisa bertahan 15.000 jam atau setara dengan 10 tahun pemakaian, harganya juga sekitar 10x lampu pijar biasa. Sedangkan lampu TL yang berkualitas buruk mungkin bisa bertahan 4-6 bulan saja (dewasa ini banyak bermunculan merk lampu 'hemat energi' yang murah, namun kualitasnya rendah).






Lampu TL saat ini juga banyak memiliki varian dan bentuk seperti diatas dengan fitting ulir yang biasa dipakai untuk lampu bohlam biasa.

Lampu TL yang banyak digunakan sejak dulu dengan fitting khusus untuk lampu TL yang panjang.

Dengan jumlah watt (energi listrik) yang lebih kecil, lampu TL atau neon lebih murah digunakan daripada membeli lampu pijar biasa, dan saat ini jenis lampu TL juga bervariasi baik bentuk, fitting pemasangan, serta warna cahayanya ada yang putih, kuning, dan warna lainnya. Dengan keseimbangan antara harga dan lama pemakaian, lampu TL banyak digunakan untuk penerangan toko, mall, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan cahaya terang dan lebih hemat energi.

Warna cahaya lampu pijar adalah:
kuning (2'700 K - 3'000 K)
netral (3'500 K - 4'500 K)
putih (5'500 K - 6'500 K)

Karakteristik Dan Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp).


Karakteristik dari lampu TL ini, adalah mampu menghasilkan cahaya output per watt daya yang digunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp).


Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampu bolam adalah 53 : 16. Efisiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengan daya listrik yang digunakan.

Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp).

Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi. Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut. Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip. Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.

Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :

V = L di/dt 

Jika proses ‘starting up’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter ‘closed’. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisi steady state yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm . Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi ‘steady state’. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansi tabung lampu TL. Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starter berubah kondisi dari ‘closed’ ke ‘open’ terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga tegangan yang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.